Apa itu Satin, Kain Satin atau Bahan Satin

Apa itu satin. Pernahkah mendengar istilah yang satu ini? Kalau Anda yang sudah lama bergelut dengan dunia fashion atau per’kainan pasti tak perlu lagi berpikir untuk dapat menjawabnya. Yup, istilah Satin diketahui merupakan salah satu nama dari jenis atau bahan kain yang keberadaannya cukup familier di tanah air, yaitu kain satin atau bahan satin, atau kalau diluar negeri disebut dengan Satin Fabric.

Apa itu kain satin
Satin Night Dress
Image credit: Title: Satin by Gerla Brakkee. Source: www.freeimages.com/photo/satin-1424738

Kain satin atau bahan satin ini adalah jenis kain yang mempunyai keunikannya tersendiri. Sama halnya seperti kain crepe, dimana crepe yang mempunyai keunikan tersendiri yang terdapat pada permukaan kainnya yang seperti berpasir, berkerikil, atau seperti berkerut. Nah kalau pada kain satin ini, keunikan yang sudah diketahui oleh semua orang adalah permukaanya kainnya yang halus, lembut, dan tampak berkilau, berkilap atau glossy.

Tapi sebeneranya informasi seputar dari kain satin ini tidak hanya terbatas dari permukaannya yang halus ,berkilap atau berkilau saja, tapi ada informasi penting lainnya yang sebaiknya Anda ketahui juga. Seperti darimana nama Satin itu berasal, sampai bagaimana proses pembuatan dari kain satin itu sendiri sehingga dapat menjadi sebuah kain yang berkilau indah.

Kain Satin – Dari Mana Istilah Satin Ini Berasal

Untuk sahabat yang belum tahu istilah “Satin” perlu diketahui dulu bahwa satin bukanlah jenis serat atau fiber, tapi satin adalah sebuah metoda membuat kain. Istilah Satin tersebut sebenarnya diambil dari metoda bagaimana kain ini dibuat atau ditenun, yaitu teknik Satin (Satin Weave).

Teknik tenun satin adalah sebuah metoda menenun guna mendapatkan permukaan kain yang glossy atau berkilap, berkilau sehingga tampak bercahaya, tapi tampak kusam (dull) dibagian belakangnya. Meski ada juga kain satin yang mempunyai 2 sisi yang berkilap, yang mana dikenal dengan istilah Double Faced Satin Fabric.

Satin biasanya terbuat dari jenis serat filamen seperti sutra (silk), nilon, atau polyester. Namun banyak yang menganggap kain satin yang terbuat dari polyester itu terlalu mengkilap dan licin. Selain itu, satin yang terbuat dari serat buatan / serat sintetis juga kemampuan breathable nya tidak sebaik  natural fiber seperti sutera

Definisi filamen adalah merujuk pada jenis serat yang ukurannya sangat panjang. Sedangkan breathable adalah kemampuan kain untuk meyalurkan uap air melalui material kain

Proses Pembuatan Kain Satin atau Satin Fabric

Lalu untuk mendapatkan permukaan kain yang berkilap atau berkilau itu bagaimana caranya ?

Seperti yang sudah kita singgung sedikit diawal, proses pembuatan kain satin ini dilakukan dengan teknik tenun bernama “Satin Weave” atau teknik tenun satin. Yaitu sebuah teknik menenun khusus guna bisa mendapatkan permukaan kain yang lebih bisa memantulkan cahaya sehingga nampak berkilau.

Nah untuk memahami hal tersebut ada yang perlu kita pahami dulu. Yaitu, memahami bahwa kain itu dibentuk oleh 2 jalur benang yang bersilangan, yang mana dikenal dengan istilah warp dan weft atau kalau di Indonesia dikenal dengan istilah benang pakan dan benang lusi.

Warp atau benang lusi adalah jalur benang yang menjulur memanjang dan tidak bergerak (pembentuk panjang) yang bergulung di roll. Sedangkan weft atau benang pakan adalah jalur benang yang membentuk lebar, bergerak dari kanan ke kiri pada saat proses pembuatan kain.

Pada mesin tenun tradisional, benang weft atau benang pakan ini digulung pada bambu atau kayu lalu dimasukan kedalam sela-sela benang warp atau benang  lusi. Sedangkan kalau pada mesin tenun canggih yang sekarang, benang weft ini akan dimasukan dengan cara ditembakkan menggunakan angin.

Pada proses tenun standart, 1 benang weft akan masuk disela sela 1 jalur benang warp secara naik turun. Perumpamaan gampangnya adalah seperti proses anyaman pada bilik. Setiap jalur akan naik turun setiap melewati satu jalur yang dilewatinya. Teknik ini disebut dengan plain weaving.  (Lihat gambar 2 & 3)

Plain Weave Structure
Plain Weave Structure (Gambar 2)
Plain Weave Structure
Plain Weave Structure (Gambar 3)
Image credit: Title: Plain weave by studyblue.com. Source: www.studyblue.com/notes/note/n/ctd-261-test-4/deck/6200815

Sedangkan pada proses tenun satin, salah satu jalur benang akan diposisikan menjadi faced atau muka dari kain yang akan dibuat. Yang mana halaman muka kain tersebutlah yang nantinya akan terlihat atau tampak berkilau.

Nah cara untuk mendapatkan permukaan yang berkilau tersebut adalah: 4 atau lebih benang warp akan dibuat melompati (floating) satu benang weft, atau sebaliknya 4 atau lebih benang weft akan dibuat melompati 1 benang warp.

Namun umumnya, kain satin dibuat dengan teknik warp-faced weaving technique. Jadi warp yarn / benang lusi lah yang akan dibuat floating atau melayang diatas benang weft / benang pakan. (lihat gambar 3 & 4)

Satin Weave Structure
Satin Weave Structure (Gambar 3)
Image credit: Title: Satin Weave by Alfred Barlow. Source: en.wikipedia.org/wiki/Satin#/media/File:Satin_weave_in_silk.jpg
Satin Weave Structure
Satin Weave Structure (Gambar 4)
Image credit: Title: Satin weave by fibermaxcomposites.com. Source: www.fibermaxcomposites.com/shop/index_files/weavingstylesandpatterns.html

 

Apa Bedanya Kain Satin dan Kain Sateen

Terkadang kedua jenis kain ini cukup membingungkan, terlebih kedua jenis kain ini sangatlah mirip. Tapi setelah membaca info berikut ini kita harap sobat gak akan bingung lagi, karena kita yakin kamu bakalan tahu apa persamaan dan apa perbedaan dari keduanya.

Persamaan

Baik kain satin maupun kain sateen, dua-duanya dibuat menggunakan metoda atau teknik tenun yang sama, yaitu Satin Weave atau teknik tenun satin. Itulah kenapa kedua kain ini sama-sama berkilau atau tampak glossy.

Perbedaan

Jika kain dibuat menggunakan teknik tenun satin dan serat yang digunakan adalah serat filamen seperti Sutra, polyester, atau nilon maka kain tersebut disebut kain satin. Namun apabila serat yang digunakan adalah short-staple yarns atau jenis serat yang pendek seperti serat Cotton maka kain tersebut disebut dengan kain Sateen.

Naah, gimana sekarang sudah agak terang benderang kan, hehehe. Jadi mulai sekarang gak perlu bingung lagi jika mendengar istilah satin atau sateen.

Oh iya… omong-omong, info mengenai kain satin atau bahan satin sampai disini dulu yah. Nanti kalau ada info yang berkaitan kita akan update artikelnya atau kita buat dalam artikel selanjutnya. Jangan lupa like and share jika dirasa artikel ini bermanfaat untuk sahabat semua. Salam.

(Visited 63,145 times, 8 visits today)