Apa Itu Kain Crepe – Penjelasan Karakteristik dan Video Tampilan Kain Crepe

Apa itu kain crepe? Bahan Crepe mungkin terdengar asing untuk sebagian masyarakat di Indonesia. Pasalnya, terkadang kita sering sekali memakai pakaian tanpa tahu jenis bahan dari pakaian yang kita kenakan tersebut. Salah satunya adalah bahan baju yang di sebut dengan Crepe.

Bahan crepe ini muncul pada pada sekitaran tahun 1911, akan tetapi masih sedikit yang memproduksinya. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang cukup sulit, dan beberapa produsen garmen pada saat itu menjaga ketat rahasia dari pembuatan kain crepe ini.

Crepe de Chine - kain Crepe
Crepe de Chine – Salah satu jenis kain Crepe

Bahan kain crepe ini memiliki tekstur yang sangat unik, yaitu tampilan permukaannya yang bertekstur sehingga terlihat kasar, berpasir/berkerikil, atau berkerut. Namun meski begitu, kainnya bersifat lentur, tidak kaku, dan tetap nyaman saat bersentuhan dengan kulit.

Kain crepe dibuat dengan proses tenunannya yang cukup rumit. Dimana dilakukan beberapa proses yang biasanya tidak ditemukan pada pembuatan bahan kain lainnya, seperti pemutaran benang sebelum digunakan untuk menenun, penggunaan pola yang tidak beraturan saat proses penenunan, hingga proses penambahan hiasannya yang timbul’lah yang membuat bahan crepe ini menjadi unik dan berbeda.

Apa Saja Jenis Kain Crepe

Bubble Crepe, adalah salah satu contoh jenis kain crepe
Bubble Crepe, adalah salah satu contoh jenis kain crepe

Untuk membuat kain crepe ini biasanya jenis serat yang digunakannya adalah sutra (silk), sutra buatan (silk-like), wol, polyester ataupun katun. Kain Crepe yang menggunakan serat poliester adalah salah satu kain yang paling banyak digunakan dalam industri garmen, dan hasil pakaian yang dihasilkan’nya adalah bebas kerut dan nyaman.

Berikut ini adalah beberapa jenis kain crape yang ada di pasaran, yaitu:

Bubble Crepe

Bersumber dari alibaba, didapat informasi bahwa jenis kain crepe ini terbuat dari serat polyester. Namun ada juga yang terbuat dari campuran antara serat polyester dengan sejumlah kecil serat spandex, guna mendapatkan bubble crepe yang sedikit lentur atau stretch.

Karakter bahan crepe ini permukaan kainnya mungkin seperti kulit jeruk dan tampak timbul seperti bubble atau gelembung-gelembung kecil diseluruh permukaan kainnya. Sehingga mungkin karena ini jugalah kain ini disebut dengan kain bubble crepe. Namun meski begitu, kain ini halus, tidak kaku, dan tidak mudah berkerut.

Info selngkapnya tentang buble crepe bisa dilihat disini : Bahan bubble crepe

Crepe de Chine

Jenis kain ini ringan biasanya terbuat dari benang sutra dan menghasilkan tekstur yang sangat halus, berpasir/kerikil, finishing warna tidak berkilau/kilap (matte finish) dan sering kali dibuat untuk baju-baju Gaun/dress yang mewah. Kekurangan dari jenis kain ini adalah tidak tahan lama jika terkena pancaran sinar matahari secara langsung.

Crepe Georgette

Jenis kain ini tipis sama dengan crepe lainnya tapi transparan sehingga terlihat seperti sifon. Biasanya terbuat dari sutra asli atau sutra buatan tidak berkilau/kilap yang memiliki kelenturan (drapes) yang sangat baik sehingga sangat elastis. Nama Georgette sendiri diambil dari nama seorang dressmaker asal Prancis bernama Georgette de la Plant pada awal abad ke 20.

Crepe Marocain

Kain ini memiliki tekstur yang berat dengan garis-garis tegas, terbuat dari sutra, rayon atau wol. Jenis kain ini terbuat dengan menggunakan pemutaran benang pada bagian weft secara berat. Dan menghasilkan jenis kain dengan karakter bergelombang, tekstur garis/jalur. Biasa digunakan untuk baju gaun/dress atau setelan jas.

Wool Crepe

Kain ini umumnya dibuat dengan teknik tenun polos atau plain weave, dan umumnya terbuat dari material serat wool atau wol. Serat wool atau wol sendiri biasanya didapat dari bulu hewan seperti sheep atau domba, namun ada juga serat wol yang didapat dari hewan tertentu seperti kambing Cashmier, kambing angora, dan kelinci angora.

Bahan crepe wool memberikan proteksi yang sangat baik terhadap kondisi dingin. Bahan ini juga tahan terhadap api dan dapat menahan air tanpa merasa basah.

Biasanya, Wool tebal digunakan untuk membuat kain wool crepe yang berat, sedangkan wool yang halus digunakan untuk membuat kain crepe yang ringan. Karakter kerutannya didapat dari penggunaan alternative Z and S twist yarns, atau bahasa gampangnya adalah benang yang dibuat dengan cara diprintil/diputar/twist ke arah yang berlawanan.

Gimana neh, sudah semakin banyak’kan informasi seputar garment yang sekarang sudah Anda ketahui. Akhir kata, semoga informasi singkat seputar Kain Crepe ini bermanfaa untuk kita semua.

(Visited 321,888 times, 86 visits today)

9 thoughts on “Apa Itu Kain Crepe – Penjelasan Karakteristik dan Video Tampilan Kain Crepe

Comments are closed.