Apa itu Bahan Rayon ?

Apa itu bahan rayon? Mungkin kita sering mendengarnya sebagai kain rayon, atau mungkin sering mengenakan busana yang bahan dasarnya kain rayon. Tapi apakah kita tahu, terbuat dari apakah kain rayon tersebut. Nah bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh tentang kain yang satu ini, maka info singkat yang akan kita sampaikan ini mudah-mudahan saja bermanfaat.

bahan rayon
Proses spinning
Image credit: Title: Spinning, Thanks to Saleem Taqvi, at www.freeimages.com/photo/spinning-yarn-1152578

Oh iya, intermezo dikit. Jadi dalam dunia industri tekstil, bahan rayon sering dikombinasikan dengan jenis fiber lainnya guna menghasilkan jenis kain yang lebih bagus, lebih lembut, lebih dapat mempunyai daya serap, juga kadang guna untuk menekan cost. Beberapa contoh kain yang merupakan kombinasi dari serat rayon dan serat lainnya seperti: Kain katun rayon, kain polyester rayon, rayon spandex, linen rayon, dan beberapa jenis kain lainnya.

Bahan Rayon Terbuat Dari Apa ?

Kain rayon adalah kain yang terbuat dari serat rayon. Rayon adalah serat generic, dan merupakan sutra buatan yang diproduksi dari bahan sintetis. Ini adalah hasil penelitian guna mendapatkan serat sutra dengan cara yang mudah, murah, dan bahan yang renewable.

Serat rayon adalah serat buatan yang merupakan hasil dari regenerasi selulosa, sehingga disebut serat semisintetis sehingga tidak bisa digolongkan sebagai serat sintetis maupun serat alami. Selulosa sendiri adalah komponen utama dinding sel yang terdapat pada hampir semua tumbuhan.

Melalui serangkaian proses, kemudian selulosa yang biasanya diperoleh dari pulp kayu tersebut dirubah menjadi larutan atau cair, yang kemudian dipompa dan disemprotkan melalui lobang kecil pada alat yang diberi nama spinneret, sehingga membentuk serat filamen semi solid yang panjang (continuous filaments), dimana filamen tersebut akan dipadatkan secara kimia. Nah dari sini, filamen tersebut akan melalui beberapa proses lagi hingga akhirnya akan menjadi serat rayon yang siap dan bisa di proses sebagaimana halnya serat cotton/kapas.

Nah perlu teman-teman ketahui, rayon adalah serat buatan manusia yang umurnya paling tua. Dimana ide awalnya konon berasal dari pengamatan para peneliti terhadap ulat sutera pada saat membuat kepompong, dan juga laba-laba pada saat membuat jaring’nya. Dari sinilah akhirnya orang-orang berusaha menirunya hingga pada akhirnya mereka berhasil.

Sejarah Proses Pembuatan Rayon

Yaa saat ini memang kita bisa melihat, bahwa kain rayon bisa dengan mudah kita dapatkan di toko-toko penjual kain. Bahkan secara onlinepun kita juga bisa mendapatkan bahan kain yang satu ini.

Namun ternyata, jika kita menilik sejarah pembuatan kain rayon ini kebelakang, ternyata prosesnya tidaklah mudah dan butuh waktu yang cukup panjang.

Penelitian dan pengamatan para peneliti terhadap benang sutra yang berasal dari kepompong sutra, hingga bagaimana laba-laba dapat membuat benang atau serat halus untuk membuat sarangnya, akhirnya para ahli akhirnya mencoba mereplika dan mencoba membuat serat sutra buatan dari bahan sintetis seperti yang dihasilkan kepompong sutra saat menghasilkan serat sutra.

Sayangnya, setelah bertahun-tahun percobaan tersebut selalu gagal. Hingga akhirnya disekitaran tahun 1884, Hilaire de Chardonnet, Comte de Chardonnay seorang ahli kimia Perancis berhasil mematenkan sutra buatan yang merupakan kain berbasis selulosa yang diperkenalkan dengan nama ” Chardonnay silk”.

Bahan ini disebut-sebut merupakan sebagai rayon generasi awal. Terlihat cantik dan indah, tapi sayangnya rayon generasi awal ini sangatlah flamable alias mudah sekali terbakar, sehingga dianggap tidak aman untuk digunakan, dan akhirnya hilang dengan cepat dipasaran.

Waktu terus berlanjut dan akhirnya rayon generasi barupun muncul. Pada tahun 1894, penemu Inggris, Charles Cross, Edward Bevan, dan Clayton Beadle, mematenkan metode praktis yang aman untuk membuat artificial silk  (sutra buatan) yang kemudian dikenal sebagai viscose process. Perlu sobat ketahui, artificial silk inilah yang nanti akhirnya dikenal sebagai Rayon Viscose hingga saat ini.

Kemudian di tahun 1905, Perusahan asal  Inggris, U.K. company Courtaulds Fibres untuk pertama kalinya memproduksi artificial silk (sutra buatan) secara komersil. Lalu Courtaulds membentuk American Division (semacam grup perusahaan) bernama American Viscose corporation, (kemudian dikenal sebagai Avtex Fiber) untuk membuat artificial silk  (sutra buatan) di Amerika Serikat pada tahun 1910. Dan barulah di tahun 1924, istilah “Rayon” ini digunakan.

Kelebihan dan kekurangan bahan rayon

Rayon disebut sebagai serat serbaguna dan diklaim mempunyai tingkat kenyamanan sebagaimana halnya serat alam seperti halnya Cotton. Meskipun karakteristik dari rayon tekstil ini, seperti licin’nya dan jatuh’nya (drape), lebih sering dianggap seperti nilon. Namun serat rayon rayon dapat digunakan untuk membuat kain yang bagus, yang mana rayon dapat meniru atau menyerupai nuansa dan tekstur dari  sutra, wol, katun dan linen.

Selain kelebihan yang tadi disebutkan diatas, Kain Rayon juga dikenal lembut, halus, dingin, nyaman, jatuh, dan mempunyai daya serap yang bagus. Namun kain rayon dikenal sebagai kain yang mudah kusut, dan tidak sedikit garment yang menggunakan bahan ini tidak bisa dicuci menggunakan mesin cuci karena kekuatan bahan rayon lebih rendah dari pada bahan cotton disaat basah.

Rayon tahan terhadap penyetrikaan, namun apabila terlalu lama juga terkena panas maka warnanya bisa berubah menjadi kuning.

Oh iya, satu lagi kelebihan bahan rayon adalah, bahan yang berasal serat buatan ini mempunyai harga yang murah, sehingga harga kain’nyapun dipasaran konon harganya juga murah.

Cara merawat / mencuci kain berbahan rayon

Ada yang perlu diperhatikan saat merawat atau mencuci kain ini, yaitu bahwa kekuatan kain rayon akan berkurang pada saat mereka dalam kondisi basah. Ini artinya kain rayon mudah rusak saat mereka dalam keadaan basah dan memiliki kecendrungan untuk mengkerut. Nah oleh karena itu, perlu sedikit perhatian khusus supaya pakaian kesayangan Anda tidak menjadi rusak nantinya.

  • Dari beberapa sumber yang menshare cara perawatan kain berbahan rayon, rata-rata menyarankan bahwa pakaian yang menggunakan bahan rayon sebaiknya dicuci menggunakan tangan, karena dkhawatirkan mesin cuci dapat merusaknya.
  • Cuci pakaian rayon dalam air dingin atau hangat menggunakan deterjen yang tidak terlalu keras, lalu kucek dan remas secara lembut supaya busa dapat meresap kedalam kain, kemudian bilas menggunakan air dingin.
  • Seperti yang tadi sudah disebutkan, usahakan meremas , mengucek, dan meremas dengan lembut dan tidak terlalu keras agar pakaian tidak menjadi rusak.
  • Kemudian dalam hal penjemuran, Anda bisa mengantungnya pada gantungan plastik, atau jika anda takut pakaian Anda kehilangan bentuknya maka Anda bisa mengeringkannya pada rak pengeringan yang datar.
  • Selanjutnya saat penyetrikaan, ada yang menyarankan supaya usahakan gunakan panas yang sedang atau tidak terlalu panas. Kemudian menyetrika dalam keadaan pakaian terbalik (bagian dalam diluar) supaya menghindari pakaian menjadi mengkilap karena terjadi masalah saat penyetrikaan.
  • Lalu ada juga yang menyarankan juga supaya kain disetrika saat dalam keadaan sedikit basah supaya mempermudah menghilangkan kerutan pada bahan rayon tersebut. Dan apabila memang harus menyetrika bagian depan dari pakaian, sebaiknya dilapisi menggunakan kain lainnya.

Nah gimana, apakah sudah cukup lengkap infonya. Yup, memang belum lengkap sih. Tapiii, yaaa mudah-mudahan info singkat ini setidaknya bisa menambah wawasan kita semua. Dilain artikel, mungkin kita juga akan bahas tentang jenis-jenis kain berbahan rayon ini. Semoga bermanfaat.

(Visited 39,148 times, 6 visits today)